Rabu, 11 April 2012

KLASIFIKASI DAN SISTEM KLASIFIKASI


KLASIFIKASI DAN SISTEM KLASIFIKASI

23 MARET 2012
A.    Klasifikasi
          Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan dan pengkategorian yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Semua ahli biologi menggunakan suatu sistem klasifikasi untuk mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan struktur. Kemudian setiap kelompok tumbuhan ataupun hewan tersebut dipasang-pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau hewan lainnya yang memiliki persamaan dalam kategori lain. Hal itu pertama kali diusulkan oleh John Ray yang berasal dari Inggris dan disempurnakan oleh Carl Von Linne (1707-1778) dari Swedia.
Klasifikasi dapat ditinjau dari dua aspek yaitu :
1.         Aspek proses
Klasifikasi terdiri dari dua kegiatan pokok yaitu :
a.       Proses pengelompokan (Grouping)
Proses pengelompokan yang dilakukan pada tumbuhan atau objek lain yang diklasifikasikan didasarkan pada besar kecilnya persamaan yang ditunjukkan oleh masing-masing tumbuhan atau objek tersebut.
b.      Proses Perangkingan (Rangking)
Proses perangkingan dilakukan pada masing-masing kelompok tumbuhan atau  objek lain pada klasifikasi tersebut
2.      Aspek Hasil
Dari segi hasil klasifikasi dapat diartikan sebagai suatu sistem klasifikasi.
B.     Tujuan Klasifikasi
Klasifikasi dapat berfungsi sebagai alat untuk mempelajari keanekaragaman hayati. Tujuan dari klasifikasi adalah sebagai berikut:
1.      Mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenis, agar mudah dikenali.
2.      Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri yang dimiliki.
3.      Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup .
4.      Mempelajari evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya.
5.      Mengetahui ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis lain.
6.      Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya atau belum memiliki nama.
7.      Mempermudah mengenali, membandingkan,  dan mempelajari makhluk hidup.
C.    Manfaat Klasifikasi
Selain memiliki tujuan, klasifikasi juga bermanfaat untuk kepentingan  manusia. Adapun manfaat klasifikasi antara lain sebagai berikut :
1.      Klasifikasi memudahkan dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam.
2.      Untuk melihat hubungan kekerabatan antar makhluk hidup yang satu dengan yang lain.

D.      Sistem Klasifikasi
Dalam perkembangannya sistem klasifikasi dibedakan dalam empat sistem berdasarkan cara pemilihan sifat dalam menyusun klasifikasi dan dari keempat sistem klasifikasi tesebut terbagi atas 4 periode, antara lain:
1.      Periode sistem habitus
2.      Periode sistem numerik
3.      Periode sistem alam
4.      Periode sistem filogenetik
Berikut macam-macam dari sistem klasifikasi :
a)         Sistem Klasifikasi Artifisial (sistem buatan)
Sistem klasifikasi ini termasuk dalam periode sistem habitus dan periode sistem numerik. Periode sistem habitus adalah periode yang sistem klasifikasinya didasarkan pada habitus yaitu kesan keseluruhan yang nampak dari suatu tumbuhan. Pada periode ini satu-satunya sistem klasifikasi buatan yang diciptakan oleh Theophrastus (370 – 285 SM)
(1743 – 1828), C.L.Wildenow (1763 – 1812), dan lain-lainnya.
b)       Sistem Klasifikasi Natural (alam)
Sistem klasifikasi natural (alam) termasuk dalam periode sistem alam dari kira-kira akhir abad ke-18 sampai pertengahan abad ke-19. Periode sistem alam adalah sistem klasifikasi yang didasarkan pada kekerabatan yang ditunjukkan oleh banyak sedikitnya persamaan sifat morfologi yang terlihat. Sistem ini dikatakan alami karena dianggap mencerminkan keadaan sebenarnya seperti terdapat di alam.
Tokoh penemu sistem ini antara lain, Michel Adanson 1727-1826.



c)      Sistem Klasifikasi Filogenetik
Sistem klasifikasi filogenetik termasuk dalam periode sistem filogenetik. Sistem klasifikasinya didasarkan pada filogenik takson-takson dengan mengikutsertakan teori evolusi.
             Dalam periode ini para ahli sistematik mengajukan berbagai pandangan tentang organ-organ mana yang dianggap primitif dan organ-organ mana yang dianggap maju untuk membentuk sistem klasifikasi secara filogenetik. Tokoh yang terkemuka pada periode ini antara lain, August Wilhelm Eichler (1839-1887).
d)     Sistem Klasifikasi Kontemporer
Selama 33 tahun dari 1950 – 1983 secara umum terdapat kegiatan yang menarik dalam perkembangan klasifikasi dunia tumbuhan dengan tujuan agar lebih daoat diterima oleh semua pihak.
Tokoh yang berperan dalam periode ini antara lain, Harold C. Bold (1909-1987) dan R. Whittaker (1921-1980) yang berusaha membentuk sistem klasifikasi yang lebih alami dengan sistem Bassey pada angiospermae.
E.     Sistem Klasifikasi  Enam Kingdom
Semula para ahli hanya mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan, yaitu
a.         kerajaan tumbuhan dan kerajaan hewan Kenyataan bahwa sel kelompok tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa.
b.        Tumbuhan memiliki klorofil sehingga dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis dan tidak dapat berpindah tempat dan hewan tidak memiliki dinding sel sementara hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri, dan umumnya dapat berpindah tempat.
Pada tahun 1969 Robert H. Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi lima kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.

1.      Kingdom Eubacteria

Para makhluk hidup di Kingdom Eubacteria berupa makhluk hidup sel tunggal (uniseluler). Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Eubacteria memiliki sel prokariotik (sel sederhana yang tidak mempunyai kapsul sebagai lapisan terluarnya dan dinding sel didalamnya). Eubacteria juga dikenal dengan istilah bakteria.

2.      Kingdom Archaebacteria

Pada tahun 1977 seorang mikrobiolog bernama Carl Woese menemukan suatu kelompok bakteri yang memiliki ciri unik kelompok tersebut dinamakan Archaebacteria. Archaebacteria lebih mendekati makhluk hidup eukariot dibandingkan bakteri lain yang merupakan prokraiot .Makhluk hidup di Kingdom Archaebacteria tidak jauh berbeda dengan yang ada di Kingdom Eubacteria karena mereka dulunya satu Kingdom. Namun Archaebacteria umumnya tahan di lingkungan yang lebih ekstrem.

3.      Kingdom Protista

Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Protista memiliki sel eukariotik. Kelompok ini terdiri dari Protista menyerupai tumbuhan (ganggang), Protista menyerupai jamur, dan Protista menyerupai hewan (Protozoa, Protos: pertama, zoa: hewan) dll.

4.      Kingdom Fungi (Jamur)

Fungi memiliki sel eukariotik. Fungi tak dapat membuat makanannya sendiri. Cara makannya bersifat heterotrof, yaitu menyerap zat organik dari lingkungannya sehingga hidupnya bersifat parasit dan saprofit. Kelompok ini terdiri dari semua jamur, kecuali jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota). Beberapa kelompok kelas antara lain:

a. kelas Myxomycetes (jamur lendes) contoh nya Physarum policephalius.

b. kelas Phycomycetes (jamur ganggang) contoh nya jamur tempe (Rhizopus oryzae, mucor mue)

5.      Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Tumbuhan terdiri dari tumbuhan lumut (Bryophyta), tumbuhan paku (Pteridophyta), tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae), dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).

6.      Kingdom Animalia (Hewan)

Hewan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya tersusun atas banyak sel yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri sehingga bersifat heterotrof. Kelompok ini terdiri dari semua hewan, yaitu hewan tidak bertulang belakang (invertebrata/avertebrata) dan hewan bertulang belakang (vertebrata).

 

 

 

 

 

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa :
1.      Klasifikasi adalah suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.
2.      Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah :
·      Domain (Daerah)
·      Kingdom (Kerajaan),
·      Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan)
·      Classis (Kelas)
·      Ordo (Bangsa)
·       Famili (Suku)
·       Genus (Marga)
·       Spesies (Jenis)
3.      Aspek-aspek klasifikasi dibagi menjadi 2 yaitu :
a.       Aspek Proses
b.      Aspek Hasil (Produk Klasifikasi)
4.      Tujuan klasifikasi adalah
·      Mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup
·      Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri
·      Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup .
·      Mempelajari evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya.
·      Mengetahui ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis lain.
·      Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya atau belum memiliki nama.
·      Mempermudah mengenali, membandingkan,  dan mempelajari makhluk hidup.
5.       Manfaat klasifikasi adalah memudahkan dalam mempelajari dan untuk melihat hubungan kekerabatan antar makhluk hidup yang beraneka ragam di dunia ini.
6.      Macam-macam sistem klasifikasi dibagi menjadi 4 berdasarkan cara pemilihan sifat yaitu:
a.       Sistem Artifisial
b.      Sistem Manual
c.       Sistem Filogenetik
d.      Sistem Kontemporer
7.      Sistem  klasifikasi enam  kingdom  terdiri dari :
c.       Kingdom Animalia (Hewan)
d.      Kingdom Plantae (Tumbuhan)
e.       Kingdom Fungi (Jamur)
f.       Kingdom Protista
g.      Kingdom Archaebacteria
h.      Kingdom Eubacteria

 
















DAFTAR PUSTAKA

Padjoarinto, A, S, Sabbithah, dan S, Sulastri. 1994. Taksonomi Tumbuhan. Proyek Pelatihan Tenaga Kependidikan. Fakultas Biologi UGM. Yogyakarta
Tjirosoepomo, Gembong. 2012. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta) Yogyakarta : Universitas Gajah Mada.
Tjirosoepomo,G. 1998. Taksonmi Umum, Dasar-Dasar Taksonomi Tumbuhan.Yogyakarta : Universitas Gajah Mada.
http://id.wikipedia.org/wiki/Klasifikasi_ilmiah (diakses tanggal 19-03-2012, pukul 15.00)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar